Selasa, 19 November 2019

Nikmat Syukur ...


Mensyukuri Nikmat Itu Indah

Indahnya Bersyukur Atas nikmat yang ada sejauh mata memandang alam jagat
raya ini dan luasnya cakrawala (langit) membentang dari segala penjuru
hingga daya lihat manusia tidak mampu menghitung luasnya cakrawala
dan bertaburnya kemerlip bintang di atas sana.
Keindahan laut, bumi yang kita pijak setiap hari serta pesona alam
menyuguhkan keindahan dan rasa damai setiap mata yang melihatnya.

Udara yang kita hirup setiap hari, tiap waktu dan bahkan setiap hela nafaskita,
sebagai makhluk hidup, tentunya kita membutuhkan yang namanya udara.

Belum lagi matahari yang memberi dampak hangat terhadap kita,
mendatangkan hujan, dan bahkan
hancurlah dunia ini kalau matahari
yang setiap hari kita lihat itu tidak ada.

Betul...???, saudaraku .....
Adakah diantara saudaraku sekalian yang lima menit saja tidak membutuhkan
terhadap udara? atau diantara saudaraku sekalian ada yang tidak
membutuhkan matahari satu hari saja? tentunya tidak ada saudaraku,
karena semuanya itu adalah kebutuhan kita yang apabila tidak ada semua itu
hancurlah kita semua.
semuanya itu adalah bukti kebesaran Allah Maulana,
Dzat yang tahu akan kebutuhan kita semua.

Lebih dekat lagi saudaraku setiap detik atau bahkan lebih kecil dari itu kita
senantiasa membutuhkan nikmat Allah sebagaimana kita bernafas, bergerak
dan disetiap detak jantung kita membutuhkan Allah sebagai Dzat yang
menghidupkan kita. Kita tidak pernah berpikir selama ini saudara
ku bahwa semua
alam ini dan semua ciptaan Allah bersatu padu untuk memberi kehidupan
terhadap kita. Apapun bentuknya baik dapat dilihat atau yang tidak pernah
kita lihat semuanya itu satu kesatuan yang disediakan untuk kita.

Berapa kali kita menikmati pemberian Allah dalam sehari saudara?,
berapa kali kita bernafas setiap waktu? dan sudah berapa lama kita hidup didunia ini? Lalu, apakah kita sudah bersyukur terhadap semuanya itu?
Kita selamanya tidak akan pernah mampu menghitung nikmat Allah
sementara setiap waktu, tiap hela nafas kita dan disetiap detak jantung kita ada
nikmat Allah yang kita pakai saudara. Kita sombong, pengecut, dan ingkar terhadap semua nikmat Allah yang diberikan Allah kepada kita. Jadi jangan heran kalau Allah menurunkan azab yang pedih kepada kita berupa banjir melanda, longsor bahkan
kemiskinan dan penderitaan ada di sekitar kita. Karena janji Allah dalam
kitabnya

Artinya: Apabila kamu bersyukur (terhadap nikmat Allah) niscaya Allah
akan menambah nikmat terhadapmu, (namun ingat saudaraku)
dan apabila Kamu ingkar terhadap nikmat-Ku (firmanAllah),
ketahuilah siksa Allah itu sangat pedih.

Mensyukuri nikmat Allah bagaimana tidak tidak cuma di ucapkan dengan lisan
seperti kebanyakan orang cuma melafalkan Alhamdulillaaah sudah kenyaaang,
itupun sesudah makan saudaraku.

Tetapi bagaimana bersyukur terhadap Allah juga dikerjakan seluruh
anggota badan dengan melakukan semua perintahnya,
menjauhi larangannya misalnya, atau bentuk lain yang dapat
menghambakan diri kepada Allah Subhanahu
Waa Ta’ala.
Selain itu juga mengakui dalam hati kita bahwa apapun yang kita lihat dan kita
rasakan adalah milik Allah sang pencipta seluruh
isi Jagad Alam Raya ini.

Kalau kita sudah mensyukuri semua nikmat Allah yang diberikan kepada kita
itu maka kita akan mendapatkan reward atau diskon berupa nikmat yang
tak terhingga nilainya, lebih dari yang kita harapkan sebelumnya.
Amiin ... Allahumma Amiin...

Tetapi
Kalau tidak pernah bersyukur atau bahkan ingkar terhadap nikmat Allah
maka jangan pernah menyalahkan Allah kalau Beliau tidak sayang lagi karena
datangnya berupa adzab lebih pedih dari yang bayangkan. Naudhubillah
.....

Marilah mulai detik ini satukan tekad, bulatkan niat untuk selalu bersyukur
terhadap nikmat Allah Sang Penguasa Jagad Raya ini sebagai bentuk penghambaan
diri kepada Allah Azza Wajalla, Dzat yang telah menghidupkan kita dan
menyayangi tanpa melihat status sosial, derajat maupun pangkat dlsbnya.

Yaa Allah ... Yaa Robb ... kehadapan-Mu hamba berserah diri, jadikanlah kami
orang-orang yang senantiasa bersyukur terhadap nikmat yang tidak pernah
kami ketahui bilangannya. hanya engkau yaa Allah ... yaa Robb ...
kami memohon pertolongan-Nya.
Amiin yaa rabbal
‘alamin ...

by: tim #ambalatgp






Sabtu, 02 November 2019

Masa Purna Tugas Bukan Akhir Aktivitas Dan Kreativitas Saudaraku ...

Pelepasan Purnabakti (Pensiun):
Jasa Dan Pengabdian Yang Selalu Terukir Untuk Bag TU Roum Yang Lebih Baik

Masa purnabakti atau biasa dikenal dengan sebutan pensiun merupakan masa pengakhiran tugas yang bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan golongan atau pangkat biasa (kecil) tidaklah mudah menghadapinya. Sedangkan memasuki usia pensiun merupakan situasi yang pasti dihadapi dan seseorang pasti akan mengalaminya.

Berangkat dari hal itu, pada hari Jum’at petang tanggal 01 November 2019 di Bandar Jakarta (saat itu bersamaan pula diturunkannya anugrah hujan cukup deras dan angin kencang), Bapak Kepala Bagian Tata Usaha Biro Umum mengadakan acara Pelepasan Purna Bakti bagi anggota Staf Bag TU sebanyak 3 (tiga) orang dan satu anggota yang masih aktif pindah tugas namun masih satu kantor guna sebagai apresiasi terhadapnya yang akan memasuki masa purnabhakti pensiun.

Acara bertempat di Bandar Jakarta tersebut yang dihadiri Kabag TU beserta Isteri, para Kasubbag dan seluruh anggota Staf Bag TU Roum. Acara dimulai dengan sambutan dan kesan maupun pesan serta cerita tentang pengalaman selama mengabdi di Kantor khususnya Bagian Tata Usaha Biro Umum. Terdapat kesimpulan bahwa dari pengalaman yang telah disampaikan agar Pegawai PNS yang masih aktif tetap konsisten bekerjasama dalam melaksanakan tugas sehari-hari, seperti motto yang pernah disampaikan Bapak Kepala Biro Umum KERJA KERAS, CERDAS, IKHLAS, dan TUNTAS.

“Pelepasan purnabakti ini digelar sebagai wujud penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya bagi Anggota PNS yang telah mengabdikan diri sebagai insan amanah, dan dengan suka maupun duka, semua tenaga, dan pikiran. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan pahala yang setimpal atas amal bakti yang selama kurun waktu dijalankan di Bag TU Roum,” ujar Kepala Bagian Tata Usaha.
“Selamat menjalankan masa purnabakti. Semoga senantiasa sehat dan bahagia lahir batin sehingga dapat terus berkarya demi Bag TU Roum yang lebih baik,” pungkasnya.

Dalam acara ini diserahkan kenang-kenangan cenderamata oleh Kabag TU di dampingi para Kasubbag kepada anggota PNS yang memasuki masa pensiun. Usai acara tersebut, rangkaian kegiatan pun dilanjutkan dengan ramah tamah, foto bersama dan menikmati hidangan yang telah disediakan menunggu untuk disantap.

Selamat kembali kepada keluarga Saudaraku, semoga Saudaraku dapat selalu memberikan manfaat bagi masyarakat di lingkungannya, Kami akan berusaha meneruskan semangat kerja dan segala pelajaran yang Saudaraku telah tularkan dengan baik. Terima Kasih Saudaraku semoga selalu diberikan kesehatan dan dilimpahi keberkahan dari Allah SWT ... Amiin.

By: kula lare ndusun 2019